
Bima(23/11)-Selasa lalu telah dideklarasikan kenaikan BBM oleh bapak Presiden kita yang baru. Jokowi menyatakan kenaikan BBM sebesar 30,7% atau sebanding dengan Rp. 2.000,- kenaikan ini tentu melahirkan yang pro dan yang kontra, pasalnya banyak mahasiswa dari beberbagai wilayah Indonesia unjuk rasa tentang kebijakan dari bapak presiden kita yang baru ini. tentu kenaikan BBM akan merubah taraf hidup masyarakat menengah kebawah dan harga-harga akan melonjak tinggi. Namun
harga sembako pasca lima hari kenaikan BBM dipasar Tradisional Kota Bima tidak terlalu mengalami banyak perubahan. seperti harga sayur mayur tidak mengalami sebuah kenaikan yang signifikan malah seperti harga tomat dan bawang mengalami penurunan. hanya harga daging sapi, daging ayam, cabai dan beras yang mengalami kenaikan. Harga telur dipasar Tradisional Kota Bima sebelum kenaikan BBM sebesar Rp. 1.300/butir setelah kenaikan tetap dengan harga Rp. 1.300/butir. Harga Bawang Merah Sebelumnya Rp. 10.000/kg setelah kenaikan Rp. 8.000/kg.

Tomat yang tadinya Rp. 7.000/kg turun ke Rp. 6.000/kg. sedangkan harga Daging Ayam mengalami kenaikan sebesar Rp. 5.000 yang tadinya Rp. 30.000/kg menjadi Rp. 35.000/kg. Daging sapi yang awalnya Rp. 70.000/kg menjadi Rp. 80.000/kg. Beras mengalami kenaikan dari Rp. 7.000/liter ke Rp. 9.500/litter. yang cukup memperihatinkan adalah harga cabai yang meroket awalnya cabai rawit Rp. 20.000/kg menjadi Rp. 50.000/kg, cabai keriting Rp. 30.000/kg menjadi Rp. 60.000/kg. (DC/EZ)
No comments:
Post a Comment